Poliklinik Vaksin Internasional

Poliklinik Vaksin Internasional

RSMAD- Poliklinik Vaksin internasional RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan (RSMAD) Kota Kediri merupakan layanan satu-satunya di Kota Kediri dengan pelayanan utama Vaksinasi Meningitis untuk ibadah Haji Furodha dan umroh. Selain meningitis, juga melayani vaksinasi HPV, Hepatitis A, Hepatitis B, Yellow Fever serta vaksin lainnya untuk keperluan perjalanan internasional. Khusus vaksin meningitis dan yellow Fever, pasien akan mendapatkan buku ICV atau kartu kuning.

Di dukung oleh fasilitas yang memadai yakni letak poliklinik yang terpisah dari pelayanan lainnya, ruangan berAC, serta seluruh vaksinator kami telah terlatih dan profesional.

Pada kesempatan kali ini, kami akan sedikit membahas tentang fungsi vaksin - vaksin yang tersedia di poliklinik Vaksin Internasional RSMAD. Pertama akan kami bahas tentang vaksin meningitis, vaksin ini memberikan perlindungan terhadap virus meningitis yaitu virus yang menyerang radang selaput otak. Mengapa umroh/haji sangat untuk dianjurkan vaksinasi meningitis??? karena Saudi Arabia merupakan daerah Endemi virus meningitis. Jangan lupa ya untuk vaksinasi meningitis sebelum berangkat ibadah umroh/haji.

Yang kedua, kami akan membahas tentang vaksin Yellow Fever atau Demam Kuning. Demam Kuning (Yellow Fever) adalah penyakit sistemik akut yang disebabkan Flavivirus. Pada kasus-kasus parah, infeksi virus Yellow Fever menyebabkan demam tinggi, perdarahan dalam kulit, dan necrosis (kematian) sel-sel ginjal dan hati. Kerusakan yang dilakukan virus Yellow Fever pada hati berakibat jaundice parah yang menguningkan kulit. Sekarang Yellow Fever paling umum ditemukan di area-area tropis Afrika dan Amerika. Virus Yellow Fever ditularkan pada kebanyakan kasus melalui gigitan nyamuk. Jadi sahabat sangat disarankan melakukan vaksinasi yellow fever ketika akan berkunjung ke area tropis Afrika dan Amerika.

Yang ketiga, vaksin HPV yang bertujuan melindungi tubuh dari infeksi human papillomavirus (HPV). Vaksinasi ini bermanfaat untuk mencegah kanker di area kelamin dan organ reproduksi, seperti kanker serviks dan kanker penis. Vaksin HPV umumnya tidak direkomendasikan atau ditunda pemberiannya pada orang dengan kondisi berikut:

· Memiliki atau pernah mengalami reaksi alergi yang parah terhadap vaksin HPV

· Memiliki alergi terhadap ragi, karena ragi merupakan salah satu zat yang terkandung di dalam vaksin HPV

· Sedang hamil, tetapi vaksin HPV dapat diberikan setelah ibu melahirkan

· Menderita penyakit parah

Setelah pemberian vaksin HPV, dokter akan menyarankan pasien untuk beristirahat terlebih dahulu selama 15 menit. Tujuannya adalah untuk memantau kondisi pasien dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya efek samping.

Perlu diketahui bahwa meski vaksinasi HPV dapat mencegah kanker serviks, penerima vaksinasi tetap disarankan untuk melakukan upaya pencegahan lainnya, seperti:

· Menghindari aktivitas seksual pada usia remaja atau sebelum menikah

· Menghentikan kebiasaan merokok

· Tidak bergonta-ganti pasangan seksual

· Menggunakan kondom ketika berhubungan seksual

· Tidak berhubungan seksual dengan seseorang yang tidak diketahui riwayat aktivitas seksualnya

· Menjalani pap smear secara rutin

 

Yang terakhir adalah vaksin Hepatitis. Vaksin Hepatitis terdiri dari Hepatitis A dan B. Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV) yang dapat ditularkan melalui makanan, minuman, atau benda yang telah terkontaminasi. Infeksi ini akan menyerang usus sebelum menyebar perlahan ke hati, yang menyebabkan inflamasi hati sekitar 1-2 minggu setelah terjadinya infeksi awal. Infeksi tersebut menyebabkan kelelahan, hilangnya nafsu makan, dan penyakit kuning. Infeksi yang tidak diobati dengan baik dapat berujung pada gagal hati dan kematian.

Vaksin untuk hepatitis A dapat menawarkan hampir 100% perlindungan terhadap penyakit ini, dengan imunitas yang didapatkan dari prosedur yang bertahan seumur hidup penerima vaksin tersebut. 

Hepatitis B terjadi akibat penularan virus hepatitis B (HBV), yang termasuk penyakit berbahaya karena risikonya dapat berujung pada inflamasi hati kronis, gagal hati, sirosis hati, dan kanker hati jika tidak diobati dengan baik. Penyakit ini dapat ditularkan lewat persalinan serta kontak dengan darah atau luka penderita virus ini yang telah terkontaminasi. Hubungan seksual dan penggunaan bersama benda tajam atau barang bawaan pribadi, termasuk jarum suntik, alat cukur, dan sikat gigi, dapat meningkatkan risiko seseorang tertular hepatitis B. Setelah seseorang menerima ketiga suntikan vaksin hepatitis B, telah diketahui secara umum bahwa tubuh akan membangun imunitas sebesar 97% terhadap penyakit tersebut, yang kemudian akan bertahan hingga seumur hidup. Namun, 1-2 bulan setelah suntikan yang ke-3 diberikan, pasien harus melakukan tes darah untuk menganalisis adanya imunitas hepatitis B, jika tidak ditemukan imunitas, staf medis akan mempertimbangkan pemberian vaksin selanjutnya.

Demikian sahabat, penjelasan kami terkait fungsi dari beberapa vaksinasi yang tersedia di RSMAD. Jika sahabat ingin vaksinasi selain vaksin di atas atau ingin reservasi vaksinasi, dapat menghubungi tim marketing kami di nomor 08113711912..

#rsmadpilihanku

 

 

 

 

 

 

 


Mungkin Anda Suka